Senin, 19 Desember 2016

FIBER OPTIK TEKNOLOGI MASA DEPAN



Mengenal Lebih Dalam Tentang Kabel Fiber Optik Artikel by Reza Hendrawan - Aug 24, 2015 BeritaTeknologi.com Sebagian kita mungkin sudah terlalu sering mendengar kata fiber optik, namun jika diminta untuk menjelaskan apa itu fiber optik bagi sebagian orang belum begitu mengenal jenis kabel satu ini. Memang akhir-akhir ini perusahaan telekomunikasi Indonesia tengah mencanangkan penggunaan kabel fiber optik untuk keperluan koneksi internet. Pada kesempatan kali ini penulis akan sedikit menjelaskan apa itu fiber optik dan apa saja kegunaannya. Karakteristik fiber optik Karakteristik fiber optik Fiber optik sendiri jika diartikan secara umum merupakan sebuah jaringan kabel yang terbuat dari bahan serat kaca. Nah jika dihubungkan dengan tekonologi jaringan, fiber optik digunakan sebagai media untuk mentransmisi arus data secara terarah (wireline). Karakterisitik utama dari fiber optik, yakni memiliki inti yang terbuat dari serat kaca dan memiliki beberapa lapisan yang tentunya tiap lapisan memiliki fungsi masing-masing. Berikut ini merupakan komponen yang membentuk karakteristik dari fiber optik: Inti, Pada bagian inti jenis serat kaca berpernaruh pada kualitas dari kabel fiber optik itu sendiri. Diameter inti serat optik memiliki ukuran yang berbeda-beda, antara 2 μm hingga 50 μm. Lebih besar diameter inti serat kaca maka akan semaik baik pula kualitas dan kemampuan si fiber optik ini. Cladding, untuk bagian ini adalah komponen yang terbuat dari kaca dan memiliki fungsi sebagai pelindung inti fiber optik. Bagian ini sering disebut juga sebagai jaket Cladding dan untuk diameternya antara 5 μm – 250 μm. Selain sebagai pelindung inti, cladding juga berfungsi memancarkan cahaya dari luar kepada inti. Coating, lapisan ini juga sering disebut sebagai mantel, berbeda dengan inti dan cladding yang terbuat dari kaca, untuk lapisan ini terbuat dari bahan plastik. Fungsi dari mantel ini adalah untuk melindungi gangguan dari luar seperti lengkungan kabel dan kelembaban udara yang dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan dalam. Setiap mantel memiliki warna yang berbeda-beda, tujuannya agar dapat mempermudah penyusunan urutan core. Strength Member & Outer Jacket, Perlindungan utama berawal dari lapisan ini. lapisan strength member dan outer jacket merupakan lapisan terluar dari kabel fiber optik, fungsinya jelas untuk melindungi inti kabel fiber optik dari gangguan secara langsung. Jenis Kabel Fiber Optik kabel fiber optik sendiri memiliki dua jenis, yaitu : Single mode, yaitu kabel fiber optik yang memiliki inti lebih kecil dengan ukuran 9 micron. Memiliki fungsi untuk mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nm) yang hanya bisa menyebarkan cahaya melalui satu inti pada suatu waktu. Multimode, sedangkan multimode digunakan untuk tujuan komersial. Memiliki inti yang lebih besar dan memungkinkan ratusan modus cahaya tersebar melalui serat dalam waktu yang bersamaan. Untuk diameternya, multimode memiliki diameter 62.5 micron dan memiliki fungsi mengantarkah sinar inframerah dengan panjang gelombang 850-1300nm. Fungsi dari kabel fiber optik sendiri adalah melindungi jaringan-jaringan lokal seperti LAN( Local Area Network. Karena kabel fiber optik terbuat dari bahan kaca dan dilapisi dengan bahan kuat yang membuatnya tidak mudah rusak, sehingga kabel ini cocok untuk menjaga stabilitas jaringan di instansi atau sebuah perusahaan dengan gedung bertingkat. Bahkan untuk sekarang ini, fiber optik telah digunakan pada jaringan bawah laut untuk menghubungkan suatu negara dengan negara lain. Untuk cara kerja kabel fiber optik sendiri berbeda dengan kabel jaringan pada umumnya seprti coaxial atau twisted. Bahan kabel ini terbuat dari kaca bukan tanpa sebab, karena dengan menggunakan bahan kaca kabel ini mampu mengubah energi listrik menjadi cahaya dengan menggunakan fungsi cermin pada kabel. Dengan memiliki kemampuan dapat mengkonversi energi listrik ke dalam bentuk cahaya, maka kabel ini memiliki gangguan elektrik yang cukup minim. Tentunya kabel jenis ini sangat cocok dengan area yang memiliki gelombang area yang tinggi. Kelebihan menggunakan fiber optik : Bahannya tidak bisa berkarat Memiliki ukuran yang kecil, ringan dan fleksibel Tidak terganggu dengan gangguan gelombang elektrik Tidak menggunakan energi elemen api atau listrik sehingga tidak menyebabkan kebakaran Jika dibandingkan dengan transmisi jenis tembaga, fiber optik membutuhkan dana yang lebih hemat Sekian sedikit penjelasan tentang apa itu fiber optik dan fungsi dari fiber optik. Semoga pembaca sekalian dapat memahami definisi fiber optik yang memang untuk sekarang ini marak digunakan oleh perusahaan telekomunikasi Indonesia.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/mengenal-lebih-dalam-tentang-kabel-fiber-optik/

FIBER OPTIK


Fiber Optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat

 dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai

 rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya

 dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan

 biasanya adalah dari sinar laser atau LED.

Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang

ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca

lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai

 spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi fiber optik sangat

 tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

Perkembangan teknologi fiber optik saat ini, telah dapat

 menghasilkan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels

 (dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar, maka mampu

 dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat

 dibandingan dengan penggunaan kabel konvensional. Dengan

 demikian fiber optik sangat cocok digunakan terutama dalam

 aplikasi sistem telekomunikasi.

Sekitar 20 tahun yang lalu, kabel fiber optik telah memngambil alih

 dan mengubah wajah teknologi industri telepon jarak jauh maupun

 industri automasi dengan pengontrolan jarak jauh. Serat optik juga

 memberikan peranan besar membuat Internet dapat digunakan di

 seluruh dunia. Pada tahun 1997 fiber optik menghubungkan seluruh

 dunia, Fiber-Optic Link Around the Globe (FLAG) menjadi jaringan

 kabel terpanjang di seluruh dunia yang menyediakan infrastruktur

 untuk generasi internet terbaru.



Kelebihan Fiber Optik

  1. Bandwidth sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai

  2. gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan

  3. Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi

  4. Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang

  5. Kebal terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio

  6. Tidak ada tenaga listrik dan percikan api

  7. Tidak berkarat

Kekurangan Fiber Optik
  1. Beberapa faktor membatasi efektivitas kabel FO. Selain instalasinya yang mahal, sistem ini mungkin sinyalnya kurang kuat, hal ini disebabkan karena faktor fisik ataupun material.

  2. Dispersi dapat mempengaruhi volume informasi yang dapat diakomodasi.

  3. Tidak seperti halnya dengan kawat atau plastik, fiber juga lebih sulit untuk disambung.

  4. Sambungan akhir dari kabel fiber harus benar-benar akurat untuk menghindari transmisi yang tidak jelas.

  5. Komponen FO mahal dan membutuhkan biaya ekstra dalam pengaplikasian yang lebih spesifik.

Cara Kerja Fiber Optik


Pada prinsipnya fiber optik memantulkan dan membiaskan sejumlah

 cahaya yang merambat di dalamnya. Efisiensi dari serat optik

 ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas/kaca.

 Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap

 oleh fiber optik.

Untuk mengirimkan percakapan-percakapan telepon atau internet

 melalui fiber optik, sinyal analog di rubah menjadi sinyal digital.

 Sebuah laser transmitter pada salah satu ujung kabel melakukan

 on/off untuk mengirimkan setiap bit sinyal. System fiber optik

modern dengan single laser bisa mentransmitkan jutaan bit/second.

 Atau bisa dikatakan laser transmitter on dan off jutaan kali /second.

Sebuah kabel fiber optics terbuat dari serat kaca murni, sehingga

 meski panjangnya berkilo-kilo meter, cahaya masih dapat

 dipancarkan dari ujung ke ujung lainnya.

http://i2.wp.com/3.bp.blogspot.com/_ZBsUNdkTF6Q/TOoSCMpiCnI/AAAAAAAAAC4/JdDdKkXam_I/s1600/ADSS%2B%2528Max%2B200m%2529%2BAerial%2BFiber%2BOptic%2BCable.gif?w=640
Helai serat kaca tersebut didesain sangat halus,ketebalannya kira-kira

 sama dengan tebal rambut manusia. Helai serat kaca dilapisi oleh 2

 lapisan plastik (2 layers plastic coating) dengan melapisi serat kaca

 dengan plastik, akan didapatkan equivalen sebuah cermin disekitar

 serat kaca. Cermin ini menghasilkan total internal reflection

 (refleksi total pada bagian dalam serat kaca).


http://i1.wp.com/oi45.tinypic.com/dh5lxk.jpg?w=640
Sama halnya ketika kita berada pada ruangan gelap dengan sebuah jendela kaca, kemudian kita mengarahkan cahaya senter 90 derajat tegak lurus dengan kaca, maka cahaya senter akan tembus ke luar ruangan. Akan tetapi jika cahaya senter tersebut diarahkan ke kaca jendela dengan sudut yang rendah (hampir paralel dengan cahaya aslinya), maka kaca tersebut akan berfungsi menjadi cermin yg akan memantulkan cahaya senter ke dalam ruangan. Demikian pula pada fiber optics, cahaya berjalan melalui serat kaca pada sudut yang rendah.

http://i0.wp.com/oi50.tinypic.com/2evc6z8.jpg?w=640

Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit

 error rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu

 dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang

 rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan

 menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut

 dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah

 kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda

 dapat diperkirakan besarnya.

Komponen komponen fiber optik

Sebuah sistem komunikasi tentu tidak hanya didukung oleh satu dua

 komponen atau perangkat saja. Di dalamnya pasti terdapat banyak

 sekali paduan komponen yang saling bekerja sama satu dengan yang

 lainnya. Perpaduan dan kerja sama tersebut akan menghasilkan

 banyak sekali manfaat bagi berlangsungnya transfer informasi.

 Dengan demikian, jadilah sebuah sistem komunikasi.

Di dalamnya terdapat proses modulasi agar sinyal-sinyal informasi

 yang sebenarnya dapat dimungkinkan dibawa melalui udara. Dan

 setibanya di lokasi tujuan, proses demodulasi akan terjadi untuk

 membuka informasi aslinya kembali. Jika berjalan dalam jarak yang

 jauh maka penguat sinyal pasti dibutuhkan.

Proses komunikasi pada sistem fiber optik juga mengalami hal yang

 sama seperti sistem komunikasi yang lainnya. Lima komponen

 utama dalam sistem komunikasi fiber optik adalah sebagai berikut:

1. Cahaya pembawa informasi

Inilah sumber asal-muasal terjadinya sistem komunikasi fiber optik.

 Cahaya, komponen alam yang memiliki banyak kelebihan ini

 dimanfaatkan dengan begitu pintarnya untuk membawa data dengan

 kecepatan dan bandwidth yang sangat tinggi. Semua kelebihan dari

 cahaya seakan-akan dimanfaatkan di sini. Cahaya yang

 berkecepatan tinggi, cahaya yang kebal terhadap gangguan-

gangguan, cahaya yang mampu berjalan jauh, semuanya akan Anda

 rasakan dengan menggunakan media fiber optik ini.

2. Optical Transmitter (Pemancar)

Optical transmitter merupakan sebuah komponen yang bertugas

 untuk mengirimkan sinyal-sinyal cahaya ke dalam media

 pembawanya. Di dalam komponen ini terjadi proses mengubah

 sinyal-sinyal elektronik analog maupun digital menjadi sebuah

 bentuk sinyal-sinyal cahaya. Sinyal inilah yang kemudian bertugas

 sebagai sinyal korespondensi untuk data Anda. Optical transmitter

 secara fisik sangat dekat dengan media fiber optic pada

 penggunaannya. Dan bahkan optical transmitter dilengkapi dengan

 sebuah lensa yang akan memfokuskan cahaya ke dalam media fiber

 optik tersebut. Sumber cahaya dari komponen ini bisa bermacam-

macam.

Sumber cahaya yang biasanya digunakan adalah Light Emitting

 Dioda (LED) atau solid state laser dioda. Sumber cahaya yang

 menggunakan LED lebih sedikit mengonsumsi daya daripada laser.

 Namun sebagai konsekuensinya, sinar yang dipancarkan oleh LED

 tidak dapat menempuh jarak sejauh laser.

3. Kabel Fiber optik

Komponen inilah yang merupakan pemeran utama dalam sistem ini.

 Kabel fiber optik biasanya terdiri dari satu atau lebih fiber optik

 yang akan bertugas untuk memandu cahaya-cahaya tadi dari lokasi

 asalnya hingga sampai ke tujuan. Kabel fiber optic secara konstruksi

 hampir menyerupai kabel listrik, hanya saja ada sedikit tambahan

proteksi untuk melindungi transmisi cahaya. Biasanya kabel fiber

 optic juga bisa disambung, namun dengan proses yang sangat rumit.

 Proses penyambungan kabel ini sering disebut dengan istilah

splicing.

4. Optical regenerator / amplifier / repeater

Optical regenerator atau dalam bahasa Indonesianya penguat sinyal

 cahaya, sebenarnya merupakan komponen yang tidak perlu ada

 ketika Anda menggunakan media fiber optik dalam jarak dekat saja
.
Sinyal cahaya yang Anda kirimkan baru akan mengalami degradasi

 dalam jarak kurang lebih 1 km. Maka dari itu, jika Anda memang

 bermain dalam jarak jauh, komponen ini menjadi komponen utama

 juga. Biasanya optical generator disambungkan di tengah-tengah

 media fiber optik untuk lebih menguatkan sinyal-sinyal yang lemah.

5. Optical receiver (Penerima)

Optical receiver memiliki tugas untuk menangkap semua cahaya

 yang dikirimkan oleh optical transmitter. Setelah cahaya ditangkap

 dari media fiber optic, maka sinyal ini akan didecode menjadi

 sinyal-sinyal digital yang tidak lain adalah informasi yang

 dikirimkan. Setelah di-decode, sinyal listrik digital tadi dikirimkan

 ke sistem pemrosesnya seperti misalnya ke televisi, ke perangkat

 komputer, ke telepon, dan banyak lagi perangkat digital lainnya.

 Biasanya optical receiver ini adalah berupa sensor cahaya seperti

 photocell atau photodiode yang sangat peka dan sensitif terhadap

 perubahan cahaya.

Perkembangan terkini

System terbaru transmitter laser dapat mentransmitkan warna-warna

 yang berbeda untuk mengirimkan beragam sinyal digital dalam fiber

 optics yang sama sehingga jumlah data yang dikirim akan semakin

 besar berkali lipat.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Kabel Fiber Optik Artikel by Reza Hendrawan - Aug 24, 2015 BeritaTeknologi.com Sebagian kita mungkin sudah terlalu sering mendengar kata fiber optik, namun jika diminta untuk menjelaskan apa itu fiber optik bagi sebagian orang belum begitu mengenal jenis kabel satu ini. Memang akhir-akhir ini perusahaan telekomunikasi Indonesia tengah mencanangkan penggunaan kabel fiber optik untuk keperluan koneksi internet. Pada kesempatan kali ini penulis akan sedikit menjelaskan apa itu fiber optik dan apa saja kegunaannya. Karakteristik fiber optik Karakteristik fiber optik Fiber optik sendiri jika diartikan secara umum merupakan sebuah jaringan kabel yang terbuat dari bahan serat kaca. Nah jika dihubungkan dengan tekonologi jaringan, fiber optik digunakan sebagai media untuk mentransmisi arus data secara terarah (wireline). Karakterisitik utama dari fiber optik, yakni memiliki inti yang terbuat dari serat kaca dan memiliki beberapa lapisan yang tentunya tiap lapisan memiliki fungsi masing-masing. Berikut ini merupakan komponen yang membentuk karakteristik dari fiber optik: Inti, Pada bagian inti jenis serat kaca berpernaruh pada kualitas dari kabel fiber optik itu sendiri. Diameter inti serat optik memiliki ukuran yang berbeda-beda, antara 2 μm hingga 50 μm. Lebih besar diameter inti serat kaca maka akan semaik baik pula kualitas dan kemampuan si fiber optik ini. Cladding, untuk bagian ini adalah komponen yang terbuat dari kaca dan memiliki fungsi sebagai pelindung inti fiber optik. Bagian ini sering disebut juga sebagai jaket Cladding dan untuk diameternya antara 5 μm – 250 μm. Selain sebagai pelindung inti, cladding juga berfungsi memancarkan cahaya dari luar kepada inti. Coating, lapisan ini juga sering disebut sebagai mantel, berbeda dengan inti dan cladding yang terbuat dari kaca, untuk lapisan ini terbuat dari bahan plastik. Fungsi dari mantel ini adalah untuk melindungi gangguan dari luar seperti lengkungan kabel dan kelembaban udara yang dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan dalam. Setiap mantel memiliki warna yang berbeda-beda, tujuannya agar dapat mempermudah penyusunan urutan core. Strength Member & Outer Jacket, Perlindungan utama berawal dari lapisan ini. lapisan strength member dan outer jacket merupakan lapisan terluar dari kabel fiber optik, fungsinya jelas untuk melindungi inti kabel fiber optik dari gangguan secara langsung. Jenis Kabel Fiber Optik kabel fiber optik sendiri memiliki dua jenis, yaitu : Single mode, yaitu kabel fiber optik yang memiliki inti lebih kecil dengan ukuran 9 micron. Memiliki fungsi untuk mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nm) yang hanya bisa menyebarkan cahaya melalui satu inti pada suatu waktu. Multimode, sedangkan multimode digunakan untuk tujuan komersial. Memiliki inti yang lebih besar dan memungkinkan ratusan modus cahaya tersebar melalui serat dalam waktu yang bersamaan. Untuk diameternya, multimode memiliki diameter 62.5 micron dan memiliki fungsi mengantarkah sinar inframerah dengan panjang gelombang 850-1300nm. Fungsi dari kabel fiber optik sendiri adalah melindungi jaringan-jaringan lokal seperti LAN( Local Area Network. Karena kabel fiber optik terbuat dari bahan kaca dan dilapisi dengan bahan kuat yang membuatnya tidak mudah rusak, sehingga kabel ini cocok untuk menjaga stabilitas jaringan di instansi atau sebuah perusahaan dengan gedung bertingkat. Bahkan untuk sekarang ini, fiber optik telah digunakan pada jaringan bawah laut untuk menghubungkan suatu negara dengan negara lain. Untuk cara kerja kabel fiber optik sendiri berbeda dengan kabel jaringan pada umumnya seprti coaxial atau twisted. Bahan kabel ini terbuat dari kaca bukan tanpa sebab, karena dengan menggunakan bahan kaca kabel ini mampu mengubah energi listrik menjadi cahaya dengan menggunakan fungsi cermin pada kabel. Dengan memiliki kemampuan dapat mengkonversi energi listrik ke dalam bentuk cahaya, maka kabel ini memiliki gangguan elektrik yang cukup minim. Tentunya kabel jenis ini sangat cocok dengan area yang memiliki gelombang area yang tinggi. Kelebihan menggunakan fiber optik : Bahannya tidak bisa berkarat Memiliki ukuran yang kecil, ringan dan fleksibel Tidak terganggu dengan gangguan gelombang elektrik Tidak menggunakan energi elemen api atau listrik sehingga tidak menyebabkan kebakaran Jika dibandingkan dengan transmisi jenis tembaga, fiber optik membutuhkan dana yang lebih hemat Sekian sedikit penjelasan tentang apa itu fiber optik dan fungsi dari fiber optik. Semoga pembaca sekalian dapat memahami definisi fiber optik yang memang untuk sekarang ini marak digunakan oleh perusahaan telekomunikasi Indonesia.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/mengenal-lebih-dalam-tentang-kabel-fiber-optik/
Mengenal Lebih Dalam Tentang Kabel Fiber Optik Artikel by Reza Hendrawan - Aug 24, 2015 BeritaTeknologi.com Sebagian kita mungkin sudah terlalu sering mendengar kata fiber optik, namun jika diminta untuk menjelaskan apa itu fiber optik bagi sebagian orang belum begitu mengenal jenis kabel satu ini. Memang akhir-akhir ini perusahaan telekomunikasi Indonesia tengah mencanangkan penggunaan kabel fiber optik untuk keperluan koneksi internet. Pada kesempatan kali ini penulis akan sedikit menjelaskan apa itu fiber optik dan apa saja kegunaannya. Karakteristik fiber optik Karakteristik fiber optik Fiber optik sendiri jika diartikan secara umum merupakan sebuah jaringan kabel yang terbuat dari bahan serat kaca. Nah jika dihubungkan dengan tekonologi jaringan, fiber optik digunakan sebagai media untuk mentransmisi arus data secara terarah (wireline). Karakterisitik utama dari fiber optik, yakni memiliki inti yang terbuat dari serat kaca dan memiliki beberapa lapisan yang tentunya tiap lapisan memiliki fungsi masing-masing. Berikut ini merupakan komponen yang membentuk karakteristik dari fiber optik: Inti, Pada bagian inti jenis serat kaca berpernaruh pada kualitas dari kabel fiber optik itu sendiri. Diameter inti serat optik memiliki ukuran yang berbeda-beda, antara 2 μm hingga 50 μm. Lebih besar diameter inti serat kaca maka akan semaik baik pula kualitas dan kemampuan si fiber optik ini. Cladding, untuk bagian ini adalah komponen yang terbuat dari kaca dan memiliki fungsi sebagai pelindung inti fiber optik. Bagian ini sering disebut juga sebagai jaket Cladding dan untuk diameternya antara 5 μm – 250 μm. Selain sebagai pelindung inti, cladding juga berfungsi memancarkan cahaya dari luar kepada inti. Coating, lapisan ini juga sering disebut sebagai mantel, berbeda dengan inti dan cladding yang terbuat dari kaca, untuk lapisan ini terbuat dari bahan plastik. Fungsi dari mantel ini adalah untuk melindungi gangguan dari luar seperti lengkungan kabel dan kelembaban udara yang dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan dalam. Setiap mantel memiliki warna yang berbeda-beda, tujuannya agar dapat mempermudah penyusunan urutan core. Strength Member & Outer Jacket, Perlindungan utama berawal dari lapisan ini. lapisan strength member dan outer jacket merupakan lapisan terluar dari kabel fiber optik, fungsinya jelas untuk melindungi inti kabel fiber optik dari gangguan secara langsung. Jenis Kabel Fiber Optik kabel fiber optik sendiri memiliki dua jenis, yaitu : Single mode, yaitu kabel fiber optik yang memiliki inti lebih kecil dengan ukuran 9 micron. Memiliki fungsi untuk mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nm) yang hanya bisa menyebarkan cahaya melalui satu inti pada suatu waktu. Multimode, sedangkan multimode digunakan untuk tujuan komersial. Memiliki inti yang lebih besar dan memungkinkan ratusan modus cahaya tersebar melalui serat dalam waktu yang bersamaan. Untuk diameternya, multimode memiliki diameter 62.5 micron dan memiliki fungsi mengantarkah sinar inframerah dengan panjang gelombang 850-1300nm. Fungsi dari kabel fiber optik sendiri adalah melindungi jaringan-jaringan lokal seperti LAN( Local Area Network. Karena kabel fiber optik terbuat dari bahan kaca dan dilapisi dengan bahan kuat yang membuatnya tidak mudah rusak, sehingga kabel ini cocok untuk menjaga stabilitas jaringan di instansi atau sebuah perusahaan dengan gedung bertingkat. Bahkan untuk sekarang ini, fiber optik telah digunakan pada jaringan bawah laut untuk menghubungkan suatu negara dengan negara lain. Untuk cara kerja kabel fiber optik sendiri berbeda dengan kabel jaringan pada umumnya seprti coaxial atau twisted. Bahan kabel ini terbuat dari kaca bukan tanpa sebab, karena dengan menggunakan bahan kaca kabel ini mampu mengubah energi listrik menjadi cahaya dengan menggunakan fungsi cermin pada kabel. Dengan memiliki kemampuan dapat mengkonversi energi listrik ke dalam bentuk cahaya, maka kabel ini memiliki gangguan elektrik yang cukup minim. Tentunya kabel jenis ini sangat cocok dengan area yang memiliki gelombang area yang tinggi. Kelebihan menggunakan fiber optik : Bahannya tidak bisa berkarat Memiliki ukuran yang kecil, ringan dan fleksibel Tidak terganggu dengan gangguan gelombang elektrik Tidak menggunakan energi elemen api atau listrik sehingga tidak menyebabkan kebakaran Jika dibandingkan dengan transmisi jenis tembaga, fiber optik membutuhkan dana yang lebih hemat Sekian sedikit penjelasan tentang apa itu fiber optik dan fungsi dari fiber optik. Semoga pembaca sekalian dapat memahami definisi fiber optik yang memang untuk sekarang ini marak digunakan oleh perusahaan telekomunikasi Indonesia.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/mengenal-lebih-dalam-tentang-kabel-fiber-optik/
Mengenal Lebih Dalam Tentang Kabel Fiber Optik Artikel by Reza Hendrawan - Aug 24, 2015 BeritaTeknologi.com Sebagian kita mungkin sudah terlalu sering mendengar kata fiber optik, namun jika diminta untuk menjelaskan apa itu fiber optik bagi sebagian orang belum begitu mengenal jenis kabel satu ini. Memang akhir-akhir ini perusahaan telekomunikasi Indonesia tengah mencanangkan penggunaan kabel fiber optik untuk keperluan koneksi internet. Pada kesempatan kali ini penulis akan sedikit menjelaskan apa itu fiber optik dan apa saja kegunaannya. Karakteristik fiber optik Karakteristik fiber optik Fiber optik sendiri jika diartikan secara umum merupakan sebuah jaringan kabel yang terbuat dari bahan serat kaca. Nah jika dihubungkan dengan tekonologi jaringan, fiber optik digunakan sebagai media untuk mentransmisi arus data secara terarah (wireline). Karakterisitik utama dari fiber optik, yakni memiliki inti yang terbuat dari serat kaca dan memiliki beberapa lapisan yang tentunya tiap lapisan memiliki fungsi masing-masing. Berikut ini merupakan komponen yang membentuk karakteristik dari fiber optik: Inti, Pada bagian inti jenis serat kaca berpernaruh pada kualitas dari kabel fiber optik itu sendiri. Diameter inti serat optik memiliki ukuran yang berbeda-beda, antara 2 μm hingga 50 μm. Lebih besar diameter inti serat kaca maka akan semaik baik pula kualitas dan kemampuan si fiber optik ini. Cladding, untuk bagian ini adalah komponen yang terbuat dari kaca dan memiliki fungsi sebagai pelindung inti fiber optik. Bagian ini sering disebut juga sebagai jaket Cladding dan untuk diameternya antara 5 μm – 250 μm. Selain sebagai pelindung inti, cladding juga berfungsi memancarkan cahaya dari luar kepada inti. Coating, lapisan ini juga sering disebut sebagai mantel, berbeda dengan inti dan cladding yang terbuat dari kaca, untuk lapisan ini terbuat dari bahan plastik. Fungsi dari mantel ini adalah untuk melindungi gangguan dari luar seperti lengkungan kabel dan kelembaban udara yang dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan dalam. Setiap mantel memiliki warna yang berbeda-beda, tujuannya agar dapat mempermudah penyusunan urutan core. Strength Member & Outer Jacket, Perlindungan utama berawal dari lapisan ini. lapisan strength member dan outer jacket merupakan lapisan terluar dari kabel fiber optik, fungsinya jelas untuk melindungi inti kabel fiber optik dari gangguan secara langsung. Jenis Kabel Fiber Optik kabel fiber optik sendiri memiliki dua jenis, yaitu : Single mode, yaitu kabel fiber optik yang memiliki inti lebih kecil dengan ukuran 9 micron. Memiliki fungsi untuk mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nm) yang hanya bisa menyebarkan cahaya melalui satu inti pada suatu waktu. Multimode, sedangkan multimode digunakan untuk tujuan komersial. Memiliki inti yang lebih besar dan memungkinkan ratusan modus cahaya tersebar melalui serat dalam waktu yang bersamaan. Untuk diameternya, multimode memiliki diameter 62.5 micron dan memiliki fungsi mengantarkah sinar inframerah dengan panjang gelombang 850-1300nm. Fungsi dari kabel fiber optik sendiri adalah melindungi jaringan-jaringan lokal seperti LAN( Local Area Network. Karena kabel fiber optik terbuat dari bahan kaca dan dilapisi dengan bahan kuat yang membuatnya tidak mudah rusak, sehingga kabel ini cocok untuk menjaga stabilitas jaringan di instansi atau sebuah perusahaan dengan gedung bertingkat. Bahkan untuk sekarang ini, fiber optik telah digunakan pada jaringan bawah laut untuk menghubungkan suatu negara dengan negara lain. Untuk cara kerja kabel fiber optik sendiri berbeda dengan kabel jaringan pada umumnya seprti coaxial atau twisted. Bahan kabel ini terbuat dari kaca bukan tanpa sebab, karena dengan menggunakan bahan kaca kabel ini mampu mengubah energi listrik menjadi cahaya dengan menggunakan fungsi cermin pada kabel. Dengan memiliki kemampuan dapat mengkonversi energi listrik ke dalam bentuk cahaya, maka kabel ini memiliki gangguan elektrik yang cukup minim. Tentunya kabel jenis ini sangat cocok dengan area yang memiliki gelombang area yang tinggi. Kelebihan menggunakan fiber optik : Bahannya tidak bisa berkarat Memiliki ukuran yang kecil, ringan dan fleksibel Tidak terganggu dengan gangguan gelombang elektrik Tidak menggunakan energi elemen api atau listrik sehingga tidak menyebabkan kebakaran Jika dibandingkan dengan transmisi jenis tembaga, fiber optik membutuhkan dana yang lebih hemat Sekian sedikit penjelasan tentang apa itu fiber optik dan fungsi dari fiber optik. Semoga pembaca sekalian dapat memahami definisi fiber optik yang memang untuk sekarang ini marak digunakan oleh perusahaan telekomunikasi Indonesia.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/mengenal-lebih-dalam-tentang-kabel-fiber-optik/
Mengenal Lebih Dalam Tentang Kabel Fiber Optik Artikel by Reza Hendrawan - Aug 24, 2015 BeritaTeknologi.com Sebagian kita mungkin sudah terlalu sering mendengar kata fiber optik, namun jika diminta untuk menjelaskan apa itu fiber optik bagi sebagian orang belum begitu mengenal jenis kabel satu ini. Memang akhir-akhir ini perusahaan telekomunikasi Indonesia tengah mencanangkan penggunaan kabel fiber optik untuk keperluan koneksi internet. Pada kesempatan kali ini penulis akan sedikit menjelaskan apa itu fiber optik dan apa saja kegunaannya. Karakteristik fiber optik Karakteristik fiber optik Fiber optik sendiri jika diartikan secara umum merupakan sebuah jaringan kabel yang terbuat dari bahan serat kaca. Nah jika dihubungkan dengan tekonologi jaringan, fiber optik digunakan sebagai media untuk mentransmisi arus data secara terarah (wireline). Karakterisitik utama dari fiber optik, yakni memiliki inti yang terbuat dari serat kaca dan memiliki beberapa lapisan yang tentunya tiap lapisan memiliki fungsi masing-masing. Berikut ini merupakan komponen yang membentuk karakteristik dari fiber optik: Inti, Pada bagian inti jenis serat kaca berpernaruh pada kualitas dari kabel fiber optik itu sendiri. Diameter inti serat optik memiliki ukuran yang berbeda-beda, antara 2 μm hingga 50 μm. Lebih besar diameter inti serat kaca maka akan semaik baik pula kualitas dan kemampuan si fiber optik ini. Cladding, untuk bagian ini adalah komponen yang terbuat dari kaca dan memiliki fungsi sebagai pelindung inti fiber optik. Bagian ini sering disebut juga sebagai jaket Cladding dan untuk diameternya antara 5 μm – 250 μm. Selain sebagai pelindung inti, cladding juga berfungsi memancarkan cahaya dari luar kepada inti. Coating, lapisan ini juga sering disebut sebagai mantel, berbeda dengan inti dan cladding yang terbuat dari kaca, untuk lapisan ini terbuat dari bahan plastik. Fungsi dari mantel ini adalah untuk melindungi gangguan dari luar seperti lengkungan kabel dan kelembaban udara yang dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan dalam. Setiap mantel memiliki warna yang berbeda-beda, tujuannya agar dapat mempermudah penyusunan urutan core. Strength Member & Outer Jacket, Perlindungan utama berawal dari lapisan ini. lapisan strength member dan outer jacket merupakan lapisan terluar dari kabel fiber optik, fungsinya jelas untuk melindungi inti kabel fiber optik dari gangguan secara langsung. Jenis Kabel Fiber Optik kabel fiber optik sendiri memiliki dua jenis, yaitu : Single mode, yaitu kabel fiber optik yang memiliki inti lebih kecil dengan ukuran 9 micron. Memiliki fungsi untuk mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nm) yang hanya bisa menyebarkan cahaya melalui satu inti pada suatu waktu. Multimode, sedangkan multimode digunakan untuk tujuan komersial. Memiliki inti yang lebih besar dan memungkinkan ratusan modus cahaya tersebar melalui serat dalam waktu yang bersamaan. Untuk diameternya, multimode memiliki diameter 62.5 micron dan memiliki fungsi mengantarkah sinar inframerah dengan panjang gelombang 850-1300nm. Fungsi dari kabel fiber optik sendiri adalah melindungi jaringan-jaringan lokal seperti LAN( Local Area Network. Karena kabel fiber optik terbuat dari bahan kaca dan dilapisi dengan bahan kuat yang membuatnya tidak mudah rusak, sehingga kabel ini cocok untuk menjaga stabilitas jaringan di instansi atau sebuah perusahaan dengan gedung bertingkat. Bahkan untuk sekarang ini, fiber optik telah digunakan pada jaringan bawah laut untuk menghubungkan suatu negara dengan negara lain. Untuk cara kerja kabel fiber optik sendiri berbeda dengan kabel jaringan pada umumnya seprti coaxial atau twisted. Bahan kabel ini terbuat dari kaca bukan tanpa sebab, karena dengan menggunakan bahan kaca kabel ini mampu mengubah energi listrik menjadi cahaya dengan menggunakan fungsi cermin pada kabel. Dengan memiliki kemampuan dapat mengkonversi energi listrik ke dalam bentuk cahaya, maka kabel ini memiliki gangguan elektrik yang cukup minim. Tentunya kabel jenis ini sangat cocok dengan area yang memiliki gelombang area yang tinggi. Kelebihan menggunakan fiber optik : Bahannya tidak bisa berkarat Memiliki ukuran yang kecil, ringan dan fleksibel Tidak terganggu dengan gangguan gelombang elektrik Tidak menggunakan energi elemen api atau listrik sehingga tidak menyebabkan kebakaran Jika dibandingkan dengan transmisi jenis tembaga, fiber optik membutuhkan dana yang lebih hemat Sekian sedikit penjelasan tentang apa itu fiber optik dan fungsi dari fiber optik. Semoga pembaca sekalian dapat memahami definisi fiber optik yang memang untuk sekarang ini marak digunakan oleh perusahaan telekomunikasi Indonesia.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/mengenal-lebih-dalam-tentang-kabel-fiber-optik/

1 komentar:

window.setTimeout(function() { document.body.className = document.body.className.replace('loading', ''); }, 10);